Pusat Infomasi Tempat Wisata Seru di Indonesia, Jogja, Bandung, Malang, Bogor, Lombok, Lembang, Batu, Bali, Kuliner Unik, Cafe Resto Jogja, Cafe Jakarta.
Sejarah dan Rekam Jejak Pendiri Keraton Agung Sejagat

Sejarah dan Rekam Jejak Pendiri Keraton Agung Sejagat

Toto Santoso atau yang kerap disebut Sinuhun oleh pada punggawa pengikutnya ternyata pernah menjadi pemimpin sebuah organisasi bernama Jogjakarta Development Committe (JOGJA-DEC). Jogja DEC menjanjikan kesejahteraan finansial bagi para pengikutnya. Namun saat itu, keberadaan Jogja DEC tidak terdaftar sebagai sebuah organisasi resmi di kantor Kesbang Kota Yogyakarta. Polisi saat itu juga memantau aktivitas Jogja DEC tersebut.

Berdasarkan cerita meantan pengikutnya, Utami menceritakan jika ketika bergabung dalam DEC Dulu sempat ada iuran kartu anggota (KTA) sebesar Rp 15 ribu.”Selain iuran KTA suruh bayar seragam juga senilai Rp 3 juta. Seragamnya itu dulu seperti army atau militer loreng-loreng,” katanya.

Uang tersebut untuk membiayai kegiatannya dan memberi kesejahteraan bagi bangsa Indonesia. Karena merasa tidak ada kegiatan yang jelas dan hanya kumpul-kumpul saja, Utami akhirnya keluar dari EDC. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, setiap anggota Jogja DEC dijanjikan uang minimal Rp 30 juta per bulan. Gaji itu bisa lebih besar, tergantung pangkat anggota Jogja DEC di perkumpulan.

Janji yang disampaikan Jogja DEC hanya isapan jempol belaka. Menurut Suwarji, janji uang puluhan juta hingga miliar rupiah kepada warganya yang sempat bergabung Jogja DEC tak pernah diberikan.

Baca Juga : Geger Keraton Agung Sejagat di Purworejo Jawa Tengah

Ganjar Pranowo Mengira ada Karnaval

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta munculnya Keraton Agung Sejagad di Desa Pogung, Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo harus disikapi dengan baik. Menurut dia, Pemkab dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait harus melakukan komunikasi, dan mengusut keberadaannya. Saya kira karnaval, kok pakai baju begitu,” kata Ganjar kepada wartawan di sela meninjau Sungai Babakan, Ketanggungan, Brebes, Selasa

“Jadi tidak perlu resah, jika keberadaannya tidak membahayakan sekitar. Tapi bila sudah menyimpang tentunya kami minta untuk laporkan ke pihak kepolisian setempat,” kata Ganjar Pranowo saat ditemui di kantornya, Senin (13/1).

Dia menyebut pendekatan komunikasi perlu dilakukan agar tidak timbul pertanyaan-pertanyaan di masyarakat terkait munculnya klaim tersebut.

Ganjar mengaku sudah berkoordinasi dengan Bupati Purworejo, Kesbangpol, Dinas Kebudayaan dan kepolisian untuk menelusuri motif munculnya Keraton Agung Sejagat tersebut. Baginya yang terpenting ada penyelesaian terbaik agar tidak menimbulkan gesekan horizontal.

“Bupati sudah telepon saya, polisi sudah turun, Kesbangpol dan Dinas P dan K. Saya minta ajak ngobrol saja itu, (penyelesaiannya) kita ajak ngobrol aja,” ujar Ganjar.

0Shares

Leave A Reply

Your email address will not be published.