Pusat Infomasi Tempat Wisata Seru Terbaru di Indonesia, Jogja, Bandung, Malang, Bogor, Lombok, Lembang, Batu, Bali, Kuliner Unik, Kuliner Jogjakarta

Geger Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo

Desa Pogung, Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo digegerkan dengan kemunculan ‘kerajaan’ baru. Kelompok ini disebut Keraton Agung Sejagad. Dalam pimpinan keraton itu mengaku seseorang bernama Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya Dyah Gitarja.

Sepasang suami istri, Totok Santosa Hadiningrat dan Dyah Gitaraja yang saat ini mengaku telah memiliki 425 orang pengikut beberapa hari belakangan ini membuat heboh warganet Purworejo, Jawa Tengah.


Pasalnya pada Jumat, 10 Januari lalu warga Purworejo khususnya yang di Desa Pogung Juru Tengah, Kecamatan Bayan dikagetkan dengan kehadiran pasutri ini beserta para pengikutnya yang melakukan kirab keliling kampung dengan atribut ala kerajaan.

Kemunculan mereka menurut “Sinuhun” Totok adalah untuk menunaikan janji 500 tahun yang lalu dimana pada tahun 1518 penguasa terakhir Majapahit kata dia pernah berjanji menyerahkan kekuasaan selama 500 tahun saja kepada Portugis di Malaka. Dan kini 500 tahun telah berlalu dan kekuasaan harus dikembalikan ke tanah Jawa.

Sesuai janji Totok akan menyelamatkan umat manusia dari perbudakan, dirinya juga mengatakan bahwa Kerajaannya adalah kekaisaran yang memayungi seluruh negara di dunia. Semua wilayah di muka bumi ini adalah kekuasaan dari Kerajaan Agung Sejagat, bahkan Pentagon juga dikatakan adalah dewan keamanan milik kerajaannya dan sama sekali bukan milik Amerika Serikat.

Kemunculannya Meresahkan Warga

Seorang warga Purworejo Jumeri yang rumahnya bersebelahan mengaku sejak dulu tidak ada kelompok yang mengatasnamakan kerajaan di Pogung, Purworejo. Ia bahkan mengatakan baru tahu, jika ada yang mengaku kerajaan.

“Kami merasa sangat terganggu, karena kegiatan mereka itu tengah malam nyanyi-nyanyi sambil tepuk tangan jadi suaranya membuat warga terganggu,” ungkap Jumeri.

Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani mengaku belum ada laporan masyarakat terkait adanya keraton agung sejagad di wilayahnya. Namun jika ada warga yang melapor keberadaan keraton meresahkan tetap diterima.”Kami menindaklanjuti sesuatu berdasar laporan, namun jika ada keresahan, maka kami bertindak, kamtibmas harus diutamakan,” kata Andis Arfan Tofani.

Ini Bukan Aliran Sesat

Berdasarkan pengakuan Penasihat Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat, menegaskan, Keraton Agung Sejagat bukan aliran sesat seperti yang dikhawatirkan masyarakat. Dia mengatakan, Keraton Agung Sejagat merupakan kerajaan atau kekaisaran dunia yang muncul karena telah berakhir perjanjian 500 tahun yang lalu, terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu imperium Majapahit pada 1518 sampai dengan 2018.

Sejarah Berdirinya Kerajaan Agung Sejagat

Berdasarkan informasi yang tergali dari beberapa sumber terpercaya,Toto pernah mengaku sebagai Dewan Wali Amanat Panitia Pembangunan Dunia Wilayah Nusantara dalam organisasi Jogja Development Committee (DEC) pada tahun 2016. Jogja DEC menjanjikan kesejahteraan finansial bagi para pengikutnya.

Pada tahun 2016-2017, dia membentuk organisasi bernama Jogja Development Committee (Jogja DEC) yang menjanjikan kepada anggotanya akan mendapatkan uang 100-200 dolar Amerika per bulan. Belakangan, banyak anggota Jogja DEC keluar, karena hanya mendapatkan janji kosong.

Di Kerajaan Keraton Agung Sejagat, Totok juga mewajibkan anggotanya membayar uang seragam Rp 3 juta. Selain itu, setiap ada kegiatan kerajaan, tiap anggota juga ditarik iuran, dengan iming-iming kelak akan mendapat gantinya, jika dana dari bank dunia cair. Disinyalir, pengikut kerajaan Totok berasal dari sebagian anggota Jogja DEC yang masih setia.

sumber : kaskus, facebook

 

 

0Shares

Leave A Reply

Your email address will not be published.